April 01, 2009 | 9:52:00 AM

MPASI


Ga terasa usia Rara anak ke 2 ku dah 5M7D, mulai dech sibuk browsing artikel, cari2 resep buat MPASI, beli buku2 tentang menu sehat dan aman buat baby, juga gabung di beberapa milis yang berhubungan.

Yang jadi pertanyaan sekarang ini kok mau sich secara repot-repot beginih?
Adalah, entah mengapa saat Wawa kecil dahulu tak pernah terlintas dalam benak untuk menggali sedikit ilmu tentang ASI or MPASI. Pengalaman menjadi ibu baru jauh dari sanak dan keluarga mungkin membuatku tak tahu banyak tentang seluk beluknya, serta tak banyak orang yang mau sekedar memngingatkan, atau mungkin bahkan rasa malaskah yang menjadi penyebabnya?

Hingga Wawa mendapatkan makanan kaleng dan istant pada awal2 ia belajar mengenal makanan padatnya. Jus buah kalengan, food finger buatan pabrikan. Untungnya ASI masih dapat ku pertahankan sampai ia berusia 24M.

Tak heran saat ini Wawa lebih suka ngemil makanan gurih, chiki2, permen, es,dan bahkan junk food dari pada masakan di rumah dengan menu sayur yang tentunya lebih sehat dari jajanan di luar sana.

Berkaca dari pengalaman pertama heheehhe, saya kapok dan ingin memberikan yang terbaik buat Rara pada awal2 belajar makan dan mencoba mengecap macam ragam makanan.
Makanan dan jajanan di luar sana mungkin kecil kelihatannya tetapi tak baik untuk hari tuanya.

so....doain yach biar saya bisa jadi koki yang handal buat anak2 ku....


0 comments

February 18, 2009 | 8:32:00 PM

No Tobaco Please


Mau baby dan anak-anak kita sehat dan cerdas......?
Dari beberapa artikel yang pernah saya baca, ada salah satu hal sepele yang mungkin dianggap kecil dalam kehidupan sebagian orang, tapi tidak bagi saya..!.

Asap rokok dapat menyebabkan baby dan anak2 kita bodoh dan dungu, kira2 kata inilah yang pernah saya baca di salah satu blog yang mengulas tentang mengapa orang Yahudi pintar-pintar?

Dengan latar belakang keluarga dimana saya tumbuh dan besar dari seorang bapak yang saat itu perokok berat. Masih ingat dalam ingatan ketika saya harus terus kunyam kunyem sepanjang jalan melafalkan merek rokok yang harus saya beli di toko yang kebetulan agak jauh dari rumah saat masih SD dulu. Asap rokok yang mengepul sering kali menjadi pemandangan yang tidak asing saat bapak sedang ada di rumah. Dari rokok pula, kakak laki-laki saya bolak balik masuk rumah sakit. Ini adalah salah satu alasan mengapa saya sangat benci dengan asap rokok...!

Namun derita asap rokok akhirnya berakhir, seiring dengan pelukan serta ciuman manis untuk bapak yang berjuang mati-matian selama bertahun - tahun untuk lepas dari jeratan rokok. Dan mulai saat itu bapak selalu ngemut relaxa sebagai penggantinya, mungkin sebab itu pula yang menyebabkan beliau jadi sering sakit gigi, but its ok, sakit gigi tidaklah sebahaya dari sebab serta akibat yang dapat timbul karena rokok.
That's good daddy...... I'm proud of you....!!

Saat sekolah di SMU maka sayalah orang tepatnya siswa yang paling berada di barisan depan dan dengan lantang menyemangati pembina OSIS untuk melakukan rajia rokok.

Alhamdulillah, saya dipertemukan Allah dengan seorang pria yang benar-benar bebas asap rokok yang sekarang menjadi suami dan bapak anak-anak. Walau disisi lain adik serta mertua saya juga peroko hiks.....

Jadi mengapa saya selalu snewen kalo bapaknya anak-anak berniat untuk berbenah rumah?
Salah satunya ya....alasan saya diatas tadi. Terbayang jelas akan begitu banyak asap roko yang menari-nari di depan mata saya hiks....Yang membuat saya membuka jendela dimalam gelap saat mengandung dulu. Dan itu pasti akan berhasil membuat saya keki abizzz.

So...please no tobaco. Biarkan rumah kita tetap sejuk dan bebas polusi asap roko yach pak.....


0 comments

February 12, 2009 | 7:41:00 AM

Halwa, sang motivator kecilku


Hari masih pagi, namun Halwa sudah siap sedia dengan seragam putih merah lengkap dengan rompi dan dasinya. 3 buah sosis goreng serta segelas susu coklat sudah berhasil membuat taburan bedak di sekitar mulutnya jadi acak-acakan.

Mandi sendiri, pakai kaus kaki sendiri dan bahkan memakai sepatupun dilakoninya sendiri. Walau dengan susah payah karena ternyata sepatu baru yang diperolehnya minggu lalu tak membuat Halwa nyaman untuk memakainya karena sedikit kebesaran, jadi sepatu hitam merk spooty tetap menjadi andalannya sampai sekarang.

Mematut diri di depan cermin adalah agenda acara selanjutnya. Om ujang, sopir jemputan sekolah Halwa agak terlambat menjemput hari ini. Tumben...padahal biasanya Halwa selalu dibuat sibuk karena seringkali jemputan datang disaat belum siap.
Harusnya teteh bilang ke om Ujang, jangan dijemput ke 2 soalnya teteh kan kasian mamah, sendiri aza di rumah, udah gitu ada adek baby nya...., komentarnya lucu.

Mah, uang jajan nya 2ribu aza yach...., teteh mau jajan 2ribu aza soalnya suka ilang terus. Ada yang ngodok kali...., jadi teteh simpan di saku dalam azza. tapi kurangnya mamah kasih buat jajan di warung teh ii yach.....!" ujarnya panjang lebar.
He he he...

Ach.... mamah sama bapak minta maaf yach teh!
Kadang teteh terlalu dituntut untuk serba bisa dan serba mampu. Menganggap teteh adalah seorang dewasa yang berbadan mungil. Mamah terlalu memaksakan teteh untuk mau mengerti akan keadaan.
Bukan karena mamah atau bapak tidak sayang ke teteh, tapi percayalah nak..., ini semua kami lakukan buat masa depan teteh.

Insya Allah mamah percaya dibalik semuanya pasti ada hikmah dan pembelajaran buat kita semua. Dan yang pasti mamah sangat bangga sama teteh, karena dibanding teman2 seusianya, teteh telah mampu menjadi anak yang baik dan sholihah. Kakak yang sangat sayang sama De Rara. Terima kasih ya teh..... karena dengan semangat yang teteh pompa, mamah senantiasa termotivasi dan kuat menjalani ujian panjang ini.


Untuk putri pertamaku tercinta
Halwa A. Nurdin


0 comments